Selasa, 04 September 2018

Anda tak perlu cemas menghadapi Operasi Cesar, berikut tipsnya



Bayangan harus menjalani operasi besar tak hanya membuat banyak ibu yang merasa cemas dan waswas sebelum melahirkan caesar. Tenang, hal ini wajar dan umum dialami. Selain memperbanyak doa dan mempercayakan proses persalinan pada tim dokter, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menyingkirkan rasa cemas menjelang hari-H operasi. Simak tips-tipsnya berikut ini

Beragam cara mudah mengatasi rasa cemas sebelum melahirkan caesar

1. Cari tahu tentang operasi caesar

Cara pertama mengatasi cemas sebelum melahirkan bisa diatasi dengan mencari tahu informasi mengenai prosedur yang akan Anda jalani nantinya. Beberapa jenis kecemasan dan ketakutan, umumnya sangat normal dirasakan. Namun Anda pasti tidak ingin rasa cemas berlebih membuat hari bahagia yang ditunggu-tunggu ini kacau, kan? Maka untuk mengatasi rasa cemas ini, Anda bisa membekali diri Anda dengan pengetahuan dan informasi tentang operasi caesar sebanyak-banyaknya.
Daripada mencari tahu dan menerka-nerka risikonya sendiri, temui dokter dan ajaklah berdiskusi sambil menenangkan diri bersama ahlinya. Tidak jarang juga, 2 atau 3 hari sebelum jadwal operasi caesar, rumah sakit akan meminta Anda datang guna menerima arahan persiapan operasi caesar. Jadi, Anda bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk meminta staf atau perawat rumah sakit membantu Anda mengatasi cemas sebelum melahirkan caesar.

2. Meditasi rutin sebelumnya


Untuk menenangkan batin dan mempersiapkan diri menjelang hari-H, Anda bisa mencoba bermeditasi selama masa kehamilan. Meditasi nyatanya ampuh untuk mengatasi cemas sebelum melahirkan secara caesar. Coba luangkan waktu sekitar 10-15 menit setiap harinya, lakukan dalam kurun waktu 3 bulan sebelum perkiraan waktu melahirkan. Meditasi yang dilakukan secara rutin, berguna juga untuk menenangkan pikiran dan membuat tidur lebih nyenyak tanpa harus membayangkan hal-hal menegangkan pada saat kelahiran buah hati nanti.

3. Setel musik sebelum melahirkan

Saat ini banyak dokter,ataupun rumah sakit yang menawarkan untuk menyalakan musik selama proses dan sebelum operasi caesar berlangsung. Ruang operasi yang kesannya dingin, kaku dan menegangkan, bisa menjadi tempat yang ‘lebih hangat’ dengan adanya alunan musik.
Mendengarkan musik yang disetel di ruang operasi tak hanya membuat Anda lebih tenang, namun dokter, perawat dan bidan yang bertugas pun juga bisa menjadi lebih rileks. Sayangnya, belum semua rumah sakit mengizinkan untuk menyetel musik. Anda bisa membawa alat pemutar musik sendiri dari rumah dan mendengarkannya lewat headset. Baiknya, Anda bertanya dulu atau mengajukan metode ini pada rumah sakit jauh-jauh hari sebagai cara mengatasi cemas sebelum melahirkan caesar.











(Source: www.shutterstock.com)

4. Ajak ngobrol suami atau orang sekitar

Buat para calon ibu yang sedang harap-harap cemas sebelum melahirkan caesar, ada baiknya jangan berdiam diri sendirian menanggung rasa cemas ini. Kecemasan yang timbul nyatanya bisa dihilangkan sesederhana dengan mengobrol atau berbincang bersama orang lain, lho! Coba ajak bicara teman, suami, atau bahkan dengan perawat di rumah sakit. Disarankan untuk berbincang atau sekadar bertukar cerita bersama teman yang sedang dalam masa kehamilan juga. Hal ini berguna untuk mengurangi efek ketegangan dan mengalihkan pikiran Anda dari rasa takut.

5. Datang ke rumah sakit lebih awal

Bila operasi caesar sudah direncanakan, biasanya dokter juga akan menentukan jam operasi yang disesuaikan dengan jadwalnya. Anda bisa mengatasi cemas sebelum melahirkan ini, dengan datang ke rumah sakit lebih awal. Dengan datang lebih awal, Anda bisa menyesuaikan diri dengan keadaan dan suasana rumah sakit agar lebih tenang.
Jadi, ada baiknya datang 3-5  jam lebih awal. Sebab, sebelum masuk kamar operasi, dibutuhkan paling tidak sekitar 2 jam persiapan, termasuk mengurus administrasi, memasang infus, berganti pakaian, mengecek keadaan bayi, dan persiapan lainnya. Kalau datang ke rumah sakitnya saja sudah terlambat, pasti akan membuat panik  dan semua persiapan justru dilakukan dengan terburu-buru.


  • (Source: hallosehat)


Cara Cepat Hamil

Awas Celana membawa dampak Negatif bagi kaum hawa


Celana jeans sampai saat ini memang merupakan jenis celana yang paling diminati oleh semua umur dan semua jenis kelamin. Dari usia muda hingga usia tua, baik wanita maupun pria, senang menggunakan celana dengan bahan jeans.
Seperti yang diketahui, jeans merupakan suatu bahan yang mudah untuk di padu padankan dan bisa digunakan dalam acara apapun, baik acara resmi maupun acara tidak resmi.
Saat ini, celana jeans yang pas dan cenderung ketat merupakan jenis celana yang digemari terutama oleh kaum wanita. Pasalnya, celana jeans yang ketat cenderung akan membuat pemakainya terlihat seksi dan enak untuk indah dilihat.
Meskipun terkesan memberikan penampilan seksi dan enak untuk dilihat, apakah celana jeans ketat aman untuk kesehatan area kewanitaan bagi wanita yang menggunakannya?
Sebuah studi yang dilakukan pada lebih dari 900 wanita di Italia menemukan bahwa mereka yang memakai celana jeans ketat satu kali atau lebih dalam seminggu memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena vaginosis bakterialis.
Vaginosis bakterialis adalah suatu kondisi ketidakseimbangan bakteri pada vagina. Normalnya, vagina wanita mengandung bakteri baik serta bakteri jahat. Bakteri baik akan mengendalikan pertumbuhan bakteri buruk. Tetapi, karena dipengaruhi oleh suatu hal maka wanita yang menderita vaginosis bakterialis memiliki jumlah pertumbuhan bakteri buruk yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan bakteri baik-nya.
Gejala yang paling umum terjadi akibat vaginosis bakterialis adalah keputihan yang berbau. Warna keputihan bisa ke abu-abuan hingga kuning. Sebuah tanda vaginosis bakterialis adalah bau amis yang mungkin akan menjadi lebih bau saat Anda berhubungan seksual. Vaginosis bakterialis terjadi tanpa adanya gejala apapun pada hampir setengah dari wanita yang menderita.
Ada beberapa penyebab yang membuat ketidakseimbangan bakteri ini terjadi, yakni:
1.    Berganti-ganti pasangan hubungan seksual
2.    Faktor kebersihan atau kelembapan vagina
Dan yang menjadi penyebab terjadinya vaginosis bakterialis pada wanita yang gemar memakai celana jeans ketat adalah karena faktor kelembapan vagina yang berlebihan. Pasalnya, saat seorang wanita menggunakan celana ketat, maka sirkulasi udara pada daerah vagina wanita tersebut akan terhambat sehingga menyebabkan kelembapan yang berlebihan. Ketika hal ini terjadi, maka bakteri jahat yang ada di vagina akan berkembang biak dengan pesat dan menyebabkan vaginosis bakterialis.

Jika celana anda dirumah sudah ketat semua karena badan anda sudah mulai makmur.yuk silahkan mampir ke Zalora Indonesia

Senin, 03 September 2018

Jangan Sering Melakukan ini dimalam hari

Karena berbagai kesibukan, banyak orang yang masih melakukan aktifitas hingga malam hari sehingga baru sempat untuk mandi di waktu sebelum mereka tertidur. Meskipun memang akan membuat badan terasa bersih dan nyaman sehingga bisa membuat tidur semakin nyenyak, pakar kesehatan menyebutkan bahwa kebiasaan mandi terlalu malam ternyata bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan seperti sebagai berikut.
Memicu penuaan dini
Tahukah anda jika mandi di malam hari bisa memicu gangguan metabolisme tubuh? Hal ini ternyata bisa berimbas pada proses metabolisme lemak yang tidak lancar dan akhirnya bisa menyebabkan kulit berkeriput.
Memicu paru-paru basah
Cukup banyak orang yang menganggap kebiasaan mandi malam bisa menyebabkan paru-paru basah. Tak disangka, hal ini ternyata benar adanya. Kerap mandi malam akan membuat tubuh lebih rentan terkena masalah pernafasan seperti batuk dan masalah pernafasan lainnya.
Memicu asam urat
Mandi dengan air dingin di malam hari bisa menyebabkan rasa nyeri pada persendian yang akhirnya akan meningkatkan resiko terkena masalah asam urat.
Menyebabkan nyeri otot
Mandi dengan air dingin sebelum tidur akan membuat pori-pori terbuka dan akhirnya memicu masalah nyeri pada otot.
Memicu demam
Jika di malam hari suhu udara cenderung panas, maka suhu tubuh juga akan sedikit meningkat sehingga pori-pori kulit akan terbuka. Jika kita mandi dengan air dingin, air pun bisa meresap ke dalam kulit yang terbuka pori-porinya ini dan akhirnya membuat suhu panas tubuh tercampur dengan air dingin. Hal ini akan membuat sistem kekebalan tubuh menurun sehingga kita pun lebih rentan terkena virus dan akhirnya menyebabkan demam.
Melihat adanya fakta ini, jangan dibiasakan mandi terlalu malam demi kesehatan tubuh

Minggu, 02 September 2018

Wajib dishare Daerah tubuh yang berbahaya ketika dipijat

Yohanesmeor.com- Pijat memang istilah umum untuk memberikan tekanan-tekanan pada anggota tubuh dengan teknik tertentu. Pijat sendiri merupakan metode kesehatan tradisional yang dipercarya bisa memberikan kebugaran bagi tubuh.

Hingga saat ini, teknik pijat terus berkembang sehingga begitu banyak model serta jenis pijat yang bermunculan, mulai dari pijat refleksi, pijat aromaterapi, pijat jaringan dalam, pijat batu panas, pijat hamil, dan masih banyak jenis pijat lainnya.
Tapi tahukah Anda, jika ternyata tidak seluruh bagian tubuh dapat dipijat. Bukan memberi kebugaran, justru pijat di bagian tertentu akan memberikan masalah serius yang tidak dapat dibiarkan. Pada kasus ini, bagian tubuh yang bahaya jika dipijat secara intens adalah bagian leher.
Dikutip dari Ibtimes, salah seorang di India mengalami sesak napas hebat setelah mendapatkan pijatan di leher. Menurut informasi yang berhasil dihimpun, sesak napas tersebut dikarenakan terjadinya keretakan pada tulang leher dan terganggunya saraf yang terhubung dengan sistem pernapasan.
Secara medis, hal tersebut dijelaskan bahwa hasil pijatan tersebut menyebabkan diafragma lumpuh. Sehingga dibutuhkan alat bantu berupa ventilator sepanjang hidupnya karena saraf sangat jarang mengalami regenerasi secara spontan. Retak leher bisa merusak saraf frenikal yang sangat penting untuk mengendalikan diafragma dalam pernapasan.
Pada kasus lain, ada pula pria yang mendapati stroke mendadak setelah dipijat pada bagian leher. Beberapa saat seusai dipijat, pria tersebut merasakan ada yang berbeda pada tubuhnya seperti pusing dan badan lemas sehingga tidak bisa berjalan. Hingga akhirnya dia menjalani perawatan berupa penyisipan tabung endotrakea.

Dari beberapa kasus tersebut, didapat kesimpulan bahwa memijat bagian leher memang harus hati-hati sebab terdapat beberapa saraf lunak pada bagian tersebut. Jika dilakukan terus-menerus tanpa perhatian khusus, akan menyebabkan cacat permanen bahkan kematian


Kenali Tahi lalat Biasa atau tahi lalat kangker



Hampir setiap orang setidaknya memiliki satu tahi lalat di tubuhnya.
Tahi lalat sering muncul di masa kanak-kanak. Jika Anda dilahirkan dengan tahi lalat, bintik-bintik ini dianggap sebagai tanda lahir. Tanda lahir adalah hasil dari pigmentasi warna dari melanosit (sel pigmen kulit) yang mengelompok tanpa alasan jelas.
Kondisi kulit ini umumnya tidak berbahaya, Namun demikian, beberapa tahi lalat bisa berubah menjadi kanker.

Cara membedakan tahi lalat normal dan gejala kanker kulit

Bentuk yang tidak biasa, luka, benjolan, mendadak muncul tanpa disadari, atau perubahan tampilan atau sensasi pada area kulit mungkin menjadi pertanda melanoma atau jenis lain dari kanker kulit — atau sebagai peringatan dini.

Tahi lalat normal

Tahi lalat tanda lahir normal biasanya berwarna merata — nuansa kecokelatan, biru-keabuan (Mongolian spot), noda kemerahan (salmon patches), keunguan (hemangioma), hitam legam. Orang-orang berkulit atau rambut gelap cenderung memiliki tahi lalat yang berwarna lebih gelap daripada mereka yang berkulit putih atau rambut pirang.
Tahi lalat dapat menyatu rata dengan kulit atau timbul terangkat, bahkan bisa disertai pertumbuhan rambut. Bentuknya bisa bulat sempurna atau oval. Tanda lahir normal umumnya berdiameter kurang dari 6 milimeter (selebar penghapus di ujung pensil).
Beberapa tanda lahir dapat hadir begitu Anda lahir, tetapi kebanyakan muncul selama masa kanak-kanak atau dewasa awal. Setelah tahi lalat berkembang, mereka akan biasanya tetap memiliki ukuran, bentuk, dan warna yang sama selama bertahun-tahun.
Beberapa tahi lalat mungkin menggelap (saat hamil), bertambah (selama masa remaja), atau memudar (di usia lanjut: 40-50 tahun ke atas) sebagai respon terhadap hormon. Pada saat Anda mencapai usia dewasa, Anda mungkin memiliki 10 buah atau lebih tanda lahir pada tubuh Anda.
Tahi lalat yang baru muncul di kemudian hari harus diperiksa oleh dokter.

Tahi lalat tanda kanker kulit

Tanda peringatan yang paling penting dari melanoma adalah tahi lalat yang baru muncul pada kulit (pasca remaja awal).
Melanoma, salah satu bentuk kanker kulit paling mematikan, mungkin berawal sebagai tahi lalat datar dan lama kelamaan membesar. Pada kasus yang jarang, kondisi kulit itu mungkin tidak berpigmen.
Pedoman “ABCDE” adalah cara lain yang bisa memudahkan Anda membedakan mana-mana saja yang merupakan tanda klasik dari melanoma. Jika Anda memiliki salah satu tanda-tanda peringatan di bawah ini, segera beri tahu dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
A untuk Asymmetry (Asimetri)
Tahi lalat normal memiliki bentuk simetris sempurna, di mana salah satu pinggirannya akan cocok dengan sisi yang satunya. Tanda lahir yang dicurigai sebagai gejala kanker kulit akan memiliki ketidakcocokan dalam ukuran dan bentuk. Hal ini diakibatkan karena sel pada salah satu sisinya bertumbuh lebih cepat daripada yang lain. Sel kanker akan cenderung berkembang lebih cepat daripada sel normal, dan dalam pola yang tidak beraturan.
B untuk Border (Pinggiran)
Tepian tanda lahir normal akan memiliki batasan yang terdefinisi, terpisah jelas mana warna kulit Anda berakhir dan di mana pigmentasi warna akibat tahi lalat dimulai.
Jika pinggiran tanda lahir tampak kabur — seperti seseorang yang mewarnai di luar garis — hal ini bisa menjadi pertanda kanker. Tepian yang compang-camping atau buram juga diakibatkan oleh pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali.
C untuk Color (Warna)
Selama warnanya tetap solid, sama rata di segala sisi, tahi lalat Anda termasuk normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Tetapi, jika Anda melihat adanya beragam corak warna dalam satu wilayah tahi lalat, tanda lahir Anda bisa bersifat kanker.
Melanoma akan berbentuk seperti bercak yang memiliki corak nuansa berbeda dari  satu famili warna. Misalnya, di tengah berwarna merah muda yang berangsur menggelap kemerahan di pinggirannya, atau kebalikannya (tahi lalat berwarna merah saja atau pink saja termasuk normal). Atau, tahi lalat kanker dapat menunjukkan bercak warna yang berbeda sama sekali di satu tempat, misalnya merah, putih, keabuan dalam satu tahi lalat.
D untuk Diameter
Tanda lahir yang normal akan berukuran tetap sama sepanjang waktu. Sebuah tahi lalat yang bertumbuh membesar tiba-tiba, lebih besar dari 6 mm, dapat mengindikasikan masalah. Namun demikian, melanoma juga kadang ditemukan dalam ukuran yang lebih kecil dari yang seharusnya.
E untuk Evolving (Perubahan)
Perubahan merupakan pertanda buruk ketika membicarakan soal tanda lahir. Tahi lalat berubah warna, ukuran, bentuk sehingga terlihat sangat berbeda dibandingkan dari semua tahi lalat lain pada kulit Anda mengindikasikan bahwa inilah waktunya Anda untuk memeriksakan diri ke dokter.
Penting pula untuk melakukan pemeriksaan kulit mandiri secara teratur untuk mengawasi tanda lahir yang mengalami pertumbuhan atau perubahan warna atau bentuk yang mencurigakan.
Di luar pedoman ABCDE, perhatikan pula setiap perbedaan lain yang mungkin tampak pada tanda lahir Anda — seperti kemerahan, bersisik, berdarah, keluar nanah, pembengkakan di luar tepian tahi lalat, sensasi gatal, nyeri, atau sakit saat disentuh.
Selain itu, perhatikan tiga karakteristik di bawah ini:
  • Ada lebih dari 100 tahi lalat di tubuh Anda
  • Kebanyakan berukuran lebih dari 8 mm
  • Kebanyakan berbentuk atipikal
Jika Anda memiliki tiga karakteristik tahi lalat ini, disebut “classic atypical mole syndrome”, Anda berada pada risiko tinggi untuk mengembangkan melanoma. Peluang Anda akan meningkat dramatis jika Anda tidak hanya memiliki sindrom ini, namun juga memiliki anggota keluarga dekat (tingkat satu atau dua) yang mengidap melanoma. Sementara tanda lahir atipikal seringnya timbul pada masa anak-anak, mereka dapat muncul di setiap saat kehidupan pada orang dengan kondisi ini.


Yohanesmeor.com Saran Konsultasi dengan Dokter atau
Bisa kunjungi
ALODOKTER

Cara Agar Cepat Hamil

Apakah Anda sedang menantikan kehamilan? Ya, terkadang memang Anda perlu berusaha lebih untuk mencapai kehamilan. Untuk bisa hamil dengan cepat, tentu Anda harus berada di waktu yang tepat di mana terdapat telur dan sperma sehingga terjadi pembuahan. Berikut ini merupakan beberapa cara cepat hamil.

Tips agar cepat hamil

1. Lepaskan alat kontrasepsi Anda

Jika Anda sebelumnya menggunakan alat kontrasepsi, sebaiknya segera lepaskan alat kontrasepsi Anda. Setelah Anda melepaskan alat kontrasepsi mungkin Anda bisa langsung hamil setelah melakukan hubungan seksual di waktu yang tepat.
Namun, beberapa alat kontrasepsi membutuhkan waktu berminggu-minggu sampai berbulan-bulan setelah dilepaskan untuk mengembalikan kesuburan Anda. Misalnya, Anda harus menghentikan suntikan Depo-Provera yang mengandung hormon progesteron sekitar 9 bulan sebelum Anda merencanakan kehamilan Anda.

2. Periksakan kondisi kesehatan ke dokter

Anda dapat berkunjung ke dokter Anda bersama pasangan Anda untuk merencanakan kehamilan Anda. Dokter mungkin akan memeriksa kondisi tubuh Anda dan membantu melacak kapan masa subur Anda, sehingga Anda dapat melakukan hubungan intim di waktu yang tepat sebagai tips cepat hamil yang bisa Anda lakukan.
Dokter juga dapat membantu Anda mempersiapkan tubuh Anda untuk kehamilan yang sehat, misalnya saja dengan menyarankan untuk mengonsumsi makanan sehat atau suplemen tertentu (seperti asam folat).

3. Mengetahui kapan masa subur

Ini merupakan hal yang sangat penting dalam merencanakan kehamilan. Tanpa mengetahui masa subur Anda, Anda akan lebih sulit untuk hamil walaupun Anda sudah sering melakukan hubungan intim. Anda harus mengetahui kapan telur dilepaskan dalam tubuh wanita.
Ingat, pelepasan telur normalnya terjadi satu kali dalam sebulan dan masa subur Anda hanya terjadi selama beberapa hari, sehingga sebaiknya Anda tidak melewatkan kesempatan ini sebagai cara cepat hamil setelah haid yang bisa Anda coba.
Masa subur adalah waktu terbaik untuk melakukan hubungan intim agar cara cepat hamil setelah haid berhasil. Anda bisa mengetahui masa subur Anda dengan mencatat kapan saja waktu Anda menstruasi setiap bulan.
Selain itu, tubuh Anda juga akan menunjukkan tanda-tanda jika telur akan dilepaskan. Anda bisa mengetahui lebih lanjut kapan masa subur datang dengan menggunakan kalkulator masa subur ini.

4. Lakukan hubungan intim di waktu yang tepat

Tips Menghitung Masa Subur dan Merencanakan Kehamilan
Selain mengetahui kapan masa subur Anda sebagai cara cepat hamil setelah haid,  Anda juga harus mengetahui kapan telur dilepaskan oleh tubuh wanita, Anda dapat melakukan hubungan seksual setiap hari untuk memperbesar kesempatan Anda untuk hamil.
Namun, sebaiknya juga jangan terlalu sering melakukan hubungan seksual dalam sehari karena ini tentu dapat menyakitkan. Anda bisa mulai berhubungan seksual selama masa paling subur Anda, biasanya sekitar 3 hari sebelum telur wanita dilepaskan.
Ingat, sperma dapat bertahan hidup 3-6 hari dalam tubuh wanita, sedangkan telur hanya mampu bertahan hidup sehari.

5. Lakukan hal ini saat melakukan hubungan intim

Beberapa hal yang dilakukan saat berhubungan seksual mungkin dapat membantu keberhasilan cara cepat hamil.

Lakukan hubungan seksual sebelum tidur

Walaupun beberapa sumber mengatakan bahwa produksi sperma tertinggi berada pada pagi hari, tapi sebenarnya tidak ada waktu yang paling baik dalam sehari untuk berhubungan seksual. Anda bisa melakukannya kapan saja, namun sebaiknya lakukan sebelum tidur, sehingga Anda dapat berbaring setelah berhubungan seksual.

Temukan posisi berhubungan seksual yang nyaman

Mungkin Anda pernah mendengar beberapa posisi berhubungan seksual adalah posisi terbaik dari bagian tips cepat hamil. Namun, semua ini boleh Anda percaya atau tidak. Sebetulnya, tidak ada posisi pasti sebagai salah satu cara cepat hamil. Hal yang terpenting adalah Anda menemukan satu posisi paling nyaman saat Anda berhubungan seksual dengan pasangan Anda.

6. Jaga kualitas dan kuantitas sperma pria

Sperma dapat membuahi telur wanita dengan baik saat sperma berada dalam kualitas yang sehat, kuat, dan memiliki jumlah yang banyak. Para suami dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas spermanya dengan melakukan cara ini:
  • Mengurangi konsumsi alkohol. Penelitian menunjukkan bahwa minum alkohol setiap hari dapat menurunkan kadar testosteron dan jumlah sperma, serta meningkatkan jumlah sperma yang abnormal.
  • Berhenti merokok. Merokok dapat menurunkan kinerja sperma.
  • Pertahankan berat badan normal. Obesitas dapat menurunkan jumlah sperma dan memperlambat gerak sperma.
  • Cukupi kebutuhan nutrisi untuk membentuk sperma yang sehat. Beberapa nutrisi yang Anda butuhkan untuk menjaga kualitas dan kuantitas sperma adalah vitamin C, vitamin D, seng, asam folat, dan kalsium.
  • Jangan berendam air panas. Suhu panas dapat membunuh sperma. Testis dapat berfungsi dengan baik pada suhu 34,4-35,6°C, di bawah suhu tubuh normal.

7. Jangan terlalu stres

Jika Anda sangat ingin mempunyai anak, sebaiknya jangan terlalu stres akan hal ini. Stres justru dapat mengganggu ovulasi (pelepasan telur), sehingga Anda dapat sulit hamil karena terlalu stres.
Sebaiknya jalani hal ini dengan santai, nikmati berhubungan seksual dengan pasangan Anda dan jangan terlalu memikirkan apakah Anda berhasil hamil atau tidak.

8. Terapkan pola hidup sehat

Saat Anda dan pasangan sudah merencanakan untuk kehamilan, sebaiknya juga Anda dan pasangan mengubah pola hidup Anda ke pola hidup sehat. Makan makanan sehat dapat membantu Anda dan pasangan dalam melakukan tips cepat hamil dan juga untuk mendapatkan kehamilan yang sehat.
Olahraga yang teratur dapat membantu Anda mendapatkan berat badan ideal, sehingga dapat membantu meningkatkan kesuburan Anda. Serta, berhentilah untuk melakukan kebiasaan buruk, seperti merokok dan minum alkohol. Hal ini juga dapat membantu meningkatkan kesuburan Anda, sehingga dapat membantu cara cepat hamil yang Anda lakukan bisa berhasil.

Dan PILIHAN TERAKHIR
jika sudah merasa semua diatas sudah melakukan
Kami sarankan coba untuk membeli buku berikut.
Langsung aja klik bener berikut 

Kalau tidak bisa klik bener diatas silahkan
KLIK DISINI

Jumat, 31 Agustus 2018

Ternyata dengan Daun Singkong Kandungan ini bisa terpenuhi

Daun singkong ternyata tidak hanya enak dinikmati dalam olahan sayur, tapi ternyata juga mengandung protein yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan sayuran lainnya. Mari berkenalan dengan nikmat manfaat daun singkong dan kandungannya.  
Mungkin tidak terbayangkan oleh Anda sebelumnya, ternyata daun singkong mengandung protein mentah yang cukup tinggi. Bahkan, jika dibandingkan dengan daun golongan Amaranthus (bayam). Selain kaya akan protein, daun singkong juga mengandung jumlah serat yang cukup tinggi.

Protein sendiri dibutuhkan oleh tubuh untuk menggantikan protein yang hilang lewat rambut, kulit, dan jaringan tubuh lainnya. Sedangkan serat dibutuhkan tubuh untuk menyerap air dan memperlancar pencernaan.
Berikut ini adalah beberapa manfaat daun singkong berdasarkan kandungan protein dan serat yang terdapat di dalamnya:
  • Manfaat daun singkong berdasarkan kandungan protein
    Kandungan protein pada daun singkong diperkirakan dapat membantu tubuh memproduksi hormon dan enzim yang dibutuhkan tubuh. Protein tersebut juga membantu memperbaiki dan membentuk jaringan tubuh. Mengonsumsi makanan yang mengandung protein atau menjalani pola makan yang kaya akan protein juga bisa membuat seseorang merasa kenyang lebih lama. Sehingga, bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan, mungkin daun singkong bisa menjadi salah satu variasi untuk menu makanan Anda.
  • Manfaat daun singkong berdasarkan kandungan serat
    Bagi Anda yang dalam program menurunkan berat badan, pasti akrab dengan manfaat serat. Dan daun singkong bisa menjadi salah satu pilihan menu harian Anda. Pasalnya, daun singkong ternyata juga mengandung serat cukup tinggi yang diperkirakan dapat memberikan beberapa manfaat seperti menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan pencernaan Anda.
Meski kandungan protein cukup tinggi, sayangnya daun singkong tergolong minim asam amino. Asam amino adalah senyawa organik yang bergabung menjadi protein dengan fungsi untuk memperbaiki jaringan tubuh, menguraikan makan, dan sumber energi tubuh. Meski manfaat daun singkong cukup banyak bagi tubuh, tidak disarankan untuk mengonsumsinya secara mentah. Baik daun maupun akar singkong memiliki kandungan sianida yang bisa berbahaya bagi tubuh manusia.

Olah Manfaat Daun Singkong Menjadi Lebih Lezat

Tertarik menikmati daun singkong sebagai variasi menu harian Anda? Manfaat daun singkong bisa Anda dapatkan dengan bermacam olahan sesuai selera. Salah satu menu yang mungkin bisa menjadi pilihan Anda adalah tumis daun singkong. Berikut ini adalah resepnya:
Bahan-bahan yang perlu Anda siapkan:
  • 2 siung bawang putih cincang
  • 3 siung bawang merah cincang
  • Jahe secukupnya
  • 4 buah cabe merah dipotong sesuai selera
  • Garam dan gula secukupnya
  • ½ kg daun singkong yang sudah direbus terlebih dahulu, lalu dipotong-potong
  • Ikan tamban kering (Anda bisa menggantinya sesuai selera)
Cara memasak tumis daun singkong,
  • Tumis bawang merah, bawang putih, jahe, dan cabai .
  • Jika sudah harum, tambahkan sedikit air.
  • Masukan daun singkong dan tambahkan lagi airnya.
  • Tambahkan ikan tamban atau bahan tambahan yang Anda inginkan. Lalu masukkan garam dan gula sesuai selera Anda.
  • Jika sudah agak matang dan air sudah cukup berkurang, angkat dan sajikan.
Kini, Anda sudah tahu kandungan dan manfaat dari daun singkong. Cukup masukkan dalam menu harian Anda dan keluarga untuk menikmati berbagi keuntungan mengonsumsi daun singkong.

Kamis, 30 Agustus 2018

Definisi Jantung Lemah- Perlu Diketahui

Definisi

Apa itu lemah jantung?

 

Lemah jantung adalah istilah untuk berbagai masalah pada jantung, terutama kardiomiopati. Kardiomiopati adalah penyakit di mana otot jantung melemah, merenggang, atau memiliki masalah pada strukturnya. Kondisi ini sering kali terjadi saat jantung tidak dapat memompa atau berfungsi dengan baik. Kardiomiopati dapat berkembang menjadi gagal jantung, Kardiomiopati umumnya memiliki 4 jenis dan 1 jenis yang tidak terklasifikasi: dilated cardiomyopathy, hypertrophic cardiomyopathy, arrhythmogenic right ventricular dysplasia (ARVD) dan restrictive cardiomyopathy. 

Seberapa umumkah lemah jantung?

Lemah jantung sangat umum terjadi. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa pun, namun lebih sering terjadi pada orang yang lebih berumur. Kardiomiopati menyerang pria dan wanita dengan jumlah yang sama, sekitar 1 dari 500 orang mengalaminya. Lemah jantung dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala lemah jantung?

Apabila kardiomiopati memburuk, jantung Anda akan melemah. Lemah jantung cenderung memiliki tanda-tanda dan gejala dari gagal jantung, seperti:
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas, terutama dengan aktivitas fisik yang berat
  • Kelelahan
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki, telapak kaki, kaki, perut dan urat pada leher
  • Gejala lainnya dapat meliputi pusing-pusing, pingsan saat beraktivitas, aritmia (detak jantung tak teratur), nyeri dada terutama setelah beraktivitas berat atau makan banyak, suara-suara yang menyertai detak jantung
Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami kesulitan bernapas, pingsan, atau nyeri dada yang berlangsung lebih dari beberapa menit. Karena kondisi ini sering kali merupakan turunan, dokter dapat menyarankan anggota keluarga Anda melakukan pemeriksaan kardiomiopati.
Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab lemah jantung?

Anda dapat memiliki lemah jantung akibat penyakit, kondisi, atau faktor lainnya. Selain itu, faktor keturunan keluarga juga merupakan penyebab utama dari pelemahan jantung. Tergantung pada jenis kardiomiopati, penyebab dapat memiliki deteksi yang berbeda-beda.
  • Dilated cardiomyopathy adalah kondisi di mana jantung melemah dan menipis dan menyebabkan pembesaran rongga jantung. Akibatnya, jantung tidak dapat memompa cukup darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini dapat menurun atau disebabkan oleh kondisi medis lainnya.
  • Hypertrophic cardiomyopathy adalah kondisi di mana otot jantung menebal dan melemah. Hal ini membuat darah sulit dipompa keluar jantung. Jenis kardiomiopati ini sering kali diturunkan pada keluarga.
  • Restrictive cardiomyopathy adalah gabungan kelainan. Rongga jantung tidak dapat terisi dengan darah karena ventrikel kaku dan tidak dapat rileks. Penyebab utama dari jenis ini adalah amyloidosis dan luka pada jantung akibat penyebab yang tidak diketahui.
Arrhythmogenic right ventricular dysplasia adalah jenis kardiomiopati yang langka. Pada jenis ini, otot pada bagian kanan bawah rongga jantung terganti dengan jaringan ikat. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pada ritme jantung dan sering kali disebabkan oleh mutasi gen.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk lemah jantung?

Ada banyak faktor risiko untuk lemah jantung, yaitu:
  • Riwayat keluarga terhadap kardiomiopati, gagal jantung, atau sudden cardiac arrest (SCA)
  • Penyakit atau kondisi yang dapat menyebabkan kardiomiopati, seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, atau infeksi virus yang membuat otot jantung meradang
  • Diabetes atau penyakit metabolisme lainnya, atau obesitas parah
  • Penyakit yang dapat merusak jantung, seperti hemochromatosissarcoidosis, atau amyloidosis
  • Alkoholisme jangka panjang
  • Tekanan darah tinggi jangka panjang.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana lemah jantung didiagnosis?

Untuk mengetahui potensi penyebab dari kondisi jantung Anda, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, melihat sejarah medis pribadi dan keluarga, serta menanyakan kapan gejala tersebut muncul. Jika dokter menduga Anda memiliki kardiomiopati, Anda mungkin perlu untuk melakukan serangkaian tes untuk mengonfirmasi diagnosis, seperti:
  • Pemeriksaan darah
  • CT scan
  • X-ray dada
  • Electrocardiogram (ECG)
  • Holter and Event Monitor
  • Echocardiography
  • Tes stress
  • MRI (magnetic resonance imaging) jantung
  • Tes atau skrining genetik.

Apa saja pengobatan untuk lemah jantung?

Perawatan tergantung pada seberapa parah kerusakan jantung akibat penyakit ini, serta gejala yang dihasilkannya. Perawatan juga tergantung pada jenis kardiomiopati yang Anda alami, tingkat keparahan gejala dan komplikasi, usia, serta kondisi kesehatan. Perawatan dapat meliputi:
  • Perubahan gaya hidup yang sehat untuk jantung
  • Prosedur non operasi
  • Pengobatan, termasuk obat untuk tekanan darah tinggi (ACEIs, ARBs, beta-blockers, diuretik atau CCB, etc.), mencegah retensi air (diuretik), menjaga detak jantung normal, mencegah pembekuan darah (aspirin dan clopidogrel), dan mengurangi peradangan
  • Perangkat implan seperti alat pacu jantung dan defribilator atau operasi
  • Transplantasi jantung, sebagai pilihan terakhir.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi lemah jantung?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi lemah jantung:
  • Pola makan yang sehat untuk jantung
  • Miliki berat badan yang sehat
  • Atasi stress
  • Aktivitas fisik
  • Berhenti merokok
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.
Yohanesmeor tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.


Hello Sehat

Sabtu, 24 Maret 2018

Beragam Manfaat labu kuning untuk kesehatan


Kandungan Nutrisi di Dalam Labu Kuning
Setiap 100 gram labu kuning hanya mengandung sekitar 25 kalori. Labu kuning mengandung banyak karbohidrat dan serat. Selain itu, labu kuning jug amengandung vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin E, vitamin K, zat besi, kalsium, magnesium, fosfor, mangan, dan seng.







1.  Membantu Menurunkan Kadar Kolesterol
Mengkonsumsi labu kuning dapat membantu menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh anda. Labu kuning sendiri sama sekali tidak mengandung kolesterol dan jutru mengandung fitosterol yang telah dikenal untuk menurunkan kadar kolesterol LDL (hingga sekitar 75%) dan meningkatkan kadar kolesterol HDL (hingga 15%). Fitosterol menghambat penyerapan kolesterol di dalam tubuh dan membuatnya langsung dikeluarkan dari dalam tubuh.

2.  Membantu Penderita Diabetes
Labu kuning memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga dapat menjadi salah satu menu makanan penderita diabetes. Labu kuning dapat membantu produksi insulin dan membantu proses penyembuhan jaringan pankreas. Omega 3 yang terdapat pada biji labu juga baik dikonsumsi oleh penderita diabetes.

3.  Mencegah Kanker
Labu kuning mengandung banyak antioksidan, terutama karotenoid. Berbagai antioksidan ini dapat membantu menghambat metabolisme sel-sel kanker. Mengkonsumsi labu kuning dapat membantu mencegah terjadinya kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru, kanker usus besar, dan kanker kulit.

4.  Membantu Menjaga Kesehatan Jantung
Kandungan folat, karotenoid, dan magnesium di dalam labu kuning membuatnya sangat baik bagi kesehatan jantung anda. Magnesium akan bekerja sebagai relaksan pembuluh darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah dan mencegah terjadinya penyakit stroke dan serangan jantung. Selain itu, labu kuning juga dapat mencegah terjadinya aterosklerosis yaitu suatu keadaan di mana dinding pembuluh darah arteri mengeras akibat penumpukkan lemak pada dinding dalamnya.

5.  Menjaga Kesehatan Mata
Konsumsi labu kuning dapat mencegah terjadinya degenerasai makula akibat penuaan. Zeaxanthin di dalam labu kuning membuatnya dapat membantu melindungi retina mata dari radiasi sinar UV yang berbahaya dan berbagai stress oksidatif lainnya.
Karotenoid, baik alfa maupun beta di dalam labu kuning juga baik bagi kesehatan mata dan dapat mencegah terjadinya kebutaan di malam hari (rabun senja). Lutein dan zeaxanthin di dalam labu juga baik untuk mencegah terjadinya katarak.

6.  Manfaat Lainnya
Berbagai manfaat lain dari labu kuning bagi kesehatan anda adalah:
•  Mengurangi stress. Biji labu kuning kaya akan asam amino, triptofan, yang akan diubah menjadi serotonin. Serotonin merupakan suatu neurotransmiter yang dapat mengurangi rasa cemas dan stress sehingga dapat memperbaiki mood anda
•  Mencegah sembelit (kaya serat)
•  Membantu menjaga kesehatan prostat dan mencegah terjadinya pembesaran prostat jinak (seng)
•  Membantu mencegah terbentuknya batu ginjal dan berbagai penyakit yang berhubungan dengan kandungan empedu serta dapat mencegah terjadinya ulkus akibat iritasi asam lambung (sari labu)
•  Membantu menguatkan tulang dan enamel gigi serta mencegah terjadinya osteoporosis (seng dan magnesium)
•  Mencegah radang sendi (agen anti inflamasi)

Sumber: foodtofitness


Silakan membagi like dan beri penilaian anda terhadap artikel yohanesmeor.com

Laporan Pendahuluan Dan Asuhan Keperawatan Diabetes Melitus


Cara Cepat Hamil


Laporan Pendahuluan Askep Diabetes Melitus

 

Pengertian

Diabetes Mellitus adalah keadaan hiperglikemi kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal yang menimbulkan komplikasi kronik pada mata, ginjal, syaraf, dan pembuluh darah, disertai lesi pada pembuluh basalis dalam pemeriksaan dengan mikroskop elektron.(Arif Mansyoer, 1997 : 580).

Diabetes Mellitus merupakan suatu penyakit kronik yang kompleks yang melibatkan kelainan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak dan berkembangnya komplikasi makrovaskuler, mikrovaskuler dan neurologis.

Diabetes Mellitus digolongkan sebagai penyakit endokrin atau hormonal karena gambaran produksi atau penggunaan insulin (Barbara C. Long, 1996:4)

Diabetes Mellitus adalah sindrom yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara tuntutan dan suplai insulin. Sindrom ini ditandai oleh hiperglikemia dan berkaitan dengan abnormalitas, metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Abmormalitas metabolik ini mengarah pada perkembangan bentuk spesifik komplikasi ginjal, okular, neurogenik dan kardiovaskuler (Hotma Rumoharba, Skp, 1997).

Diabetes Mellitus adalah penyakit herediter (diturunkan) secara genetis resesi berupa gangguan metabolisme KH yang disebabkan kekurangan insulin relatif atau absolut yang dapat timbul pada berbagai usia dengan gejala hiperglikemia, glikosuria, poliuria, polidipsi, kelemahan umum dan penurunan berat badan.

Klasifikasi etiologis DM American Diabetes Association (1997) sesuai anjuran Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) adalah:

1. Diabetes tipe 1 (destruksi sel beta, umumnya menjurus ke defisiensi insulin absolut):
a. Autoimun
b. Idiopatik

2. Diabetes tipe 2 (bervariasi mulai terutama dominan resistensi insulin disertai defisiensi insulin relatif sampai terutama defek sekresi insulin disertai resistensi insulin).

3. Diabetes tipe lain
a. Defek genetik fungsi sel beta:
1) Maturity Onset Diabetes of the Young (MODY) 1,2,3
2) DNA mitokondria

b. Defek genetik kerja insulin

c. Penyakit eksokrin pankreas
1) Pankreatitis
2) Tumor / pankreatektomi
3) Pankreatopati fibrotakalkus

d. Endokrinopati: akromegali, sindrom cushing, feokromositoma, dan hipertiroidism.

e. Karena obat / zat kimia
1) Vacor, pentamidin, asam nikotinat
2) Glukokortikoid, hormon tiroid
3) Tiazid, dilantin, interferona, dll.

f. Infeksi: rubela kongenital, sitomegalovirus

g. Penyebab imunologi yanng jarang : antibodi antiinsullin

h. Sindrom genetik lain yanng berkaitan dengan DM: sindrom down, sindrom kllinefelter, sindrom turner, dll.

4. Diabetes Mellitus Gestasional


B. Etiologi

Insulin Dependent Diabetes Mellitus ( IDDM ) atau Diabetes Melitus Tergantung Insulin ( DMTI ) di sebabkan oleh destruksi sel beta pulau lengerhands akibat proses autoimun. Sedangkan Non Insulin Dependent Diabetes Melitus ( NIDDM ) atau Diabetes Melitus Tidak Tergantung Insulin ( DMTTI ) disebabkan kegagalan relatif sel beta dan resistensi insulin.


C. Patofisiologi

Karena proses penuaan, gaya hidup, infeksi, keturunan, obesitas dan kehamilan akan menyebabkan kekurangan insulin atau tidak efektifnya insulin sehingga sehinga terjadi gangguan permeabilitas glukosa di dalam sel.

Di samping itu juga dapat di sebabkan oleh karena keadaan akut kelebihan hormon tiroid, prolaktin dan hormon pertumbuhan dapat menyebabkan peningkatan glukosa darah.peningkatan kadar hormon – hoormon tersebut dalam jangka panjang terutama hormon pertumbuhan di anggap diabetogenik ( menimbulkan diabet ). Hormon – hormon tersebut merangsang pengeluaran insulin secara berlebihan oleh sel-sel beta pulau lengerhans paankreas, sehingga akhirnya terjadi penurunan respon sel terhadap innsulin dan apabila hati mengalami gangguan dalam mengolah glukoosa menjadi glikogen atau proses glikogenesis maka kadar gula dalam darah akan meningkat.

Dan apabila ambang ginjal dilalui timbullah glukosuria yang menybebkan peningkatan volume urine, rasa haus tersimulasi dan pasien akan minum air dalam jumlah yang banyak ( polidipsi )karena glukosa hilang bersama urine, maka terjadi ekhilangan kalori dan starvasi seeluler, slera makan dan orang menjadi sering makan ( polifagi ).

Hiperglikemia menyebabkan kadar gula dalam keringat meningkat, keringat menguap, gula tertimbun di dalam kulit dan menyebabkan iritasi dan gatal – gatal. Akibat hiperglikemia terjadi penumpukan glukosa dalam sel yang yang merusak kapiler dan menyebabkan peningkaatan sarbitol yang akan menyebabkann gangguan fungsi endotel. Kebocoran sklerosis yang menyebabkan gangguan – ganguan pada arteri dan kepiler.

Akibat hiperglikemia terjadi penimbunan glikoprotein dan penebalan membran dasar sehingga kapiler terganggu yang akan menyebebkan gangguan perfusi jaringan turun yang mempengaruhi organ ginjal, mata, tungkai bawah, saraf. ( Elizabeth J. Corwin, 2001 )

Pathway.

asuhan keperawatan diabetes melitus atau askep dm adalah rangkaian tindakan atau asuhan yang akan diberikan oleh perawat kepada klien yang sedang menderita penyakit diabetes melitus, diabetes melitus itu sendiri adalah suatu penyakit kronik yang kompleks yang melibatkan kelainan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak dan berkembangnya komplikasi makrovaskuler, mikrovaskuler dan neurologis. Diabetes Melitus digolongkan sebagai penyakit endokrin atau hormonal karena gambaran produksi atau penggunaan insulin
Pathway Diabetes Melitus


D. Manifestasi Klinis

  1. Poliuria 
  2. Polidipsia 
  3. Polifagia 
  4. Penurunan berat badan 
  5. pruritus vulvular, kelelahan, gangguan penglihatan, peka rangsang dan kram otot, ( gangguan elektrolit dan terjadinya komplikasi aterosklerosis ). 
Gejala lain yangmungkin di dikeluhkan pada pasien adalah kesemutan, gatal-gatal, mata kabur dan impotaansi pada pria. ( Mansjoer, 1999 )


E. Gejala Kronik

Gejala Kronik Diabetes Mellitus Kadang-kadng pasien yang menderita penyakit Diabetes Mellitus tidak menunjukkan gejala akut ( mendadak ), tapi pasien tersebut menunjukkan gajala sesudah beberapa bulan atau beberapa bulan mengiap penyakit DM. gejala ini disebut gejala kronik atau menahun,

adapun gejala kronik yang sering timbul adalah

  • Kesemutan
  • Kulit terasa panas ( medangen ) atau seperti terusuk jarum
  • Rasa tebal di kulit sehingga seeehingga kalau berrjalan seperti di atas bantal atau kasur
  • Kram 
  • Mudah mengntuk 
  • Capai 
  • Mata kabur, biasanya sering ganti kaca mata 
  • Gatal sekitar kemaluan, terrutama pda wanita
  • Gigi mudah lepas dan mudah goyah 
  • kemampuan seksual menurun atau bahkan impoten
  • terjadi hambatan dalam pertumbuhan dalam anak-anak ( Tjokro Prawito, 1997 ) 
Adapun kelompok resiko tinggi yang memudahkan terkena penyakit diabetes melitus adalah:
kelompok resiko tinggi untuk penyakit diabetes mellitus

  • kelompok usia dewasa tua (lebih dari 40 tahun) 
  • kegemukan 
  • tekanan darah tinggi 
  • riwayat keluarga DM 
  • riwayat DM pada kehamilan
  • riwayat kehamilan dengan BB lahir bayi 4 kg 
  • riwayat terkena penyakit infeksi virus, misal virus morbili 
  • riwayat lama mengkonsumsi obat-obatan atau suntikan golongan kortikosteroid. ( Tjokro Prawito, 1997 )

F. Pemeriksaan Penunjang

  • Glukosa darah: meningkat 200 – 100 mg/dl, atau lebih 
  • Aseton plasma (keton): positif secara menyolok 
  • Asam lemak bebas: kadar lipid dan kolesterol meningkat 
  • Osmolalitas serum: menngkat tetapi biasanya kurang dari 330 m Osm/l 
  • Natrium: mungkin normal, meningkat atau menurun Kalium: normal atau peningkatan semu (perpindahan seluler), selanjutnya akan menurun Fosfor: lebih sering menurun. 
  • Hemoglobin glikosilat: kadarnya menngkat 2 – 4 kali lipat
  • Gas darah arteri: biasanya menunjukkan PH rendah dan penurunan pada HCO3 (Asidosis metabolik) dengan kompensasi alkalosis respiratorik.
  • Trombosit darah: Ht mungkin meningkat (dehidrasi), leukositosis, hemokonsentraasi merupakan respon terhadap stress atau infeksi.
  • Ureum/Kreatinin: mungkin meningkat atau normal (dehidrasi/penurunan fungsi ginjal) 
  • Amilase darah: mungkin meningkat yang mengindikasikan adanya pankreatitis akut sebagai penyebab dari Diaabetes melitus (Diabetik ketoasidosis) 
  • Pemeriksaan fungsi ttiroid: peningkatan aktifitas hormon tiroid dapat menongkatkan glukosa darah dan kebutuhan akan insulin 
  • Urin: gula dan asetan positif, berat jenis dan osmolalitas mungkin meningkat. 
  • Kultur dan sensitivitas: kemungkinan adanya infeksi saaluran kemih, infeksi pernafasan, dan infeksi pada luka.

G. Penatalaksanaan Medis

Tujuan utama untuk mengatur glukosa darah dan mencegah timbulnya komplikasi akut dan kronis. Jika pasien berhasil mengatasi diabetesnya,ia akan terhindar dari hiperglikemia dan hipoglikemia.

Penatalaksanaan medis pada pasien diabetes mellitus tergantung pada ketepatan interaksi tiga faktor:

  • Aktivitas fisik 
  • Diet 
  • Intervensi farmakologi dengan preparat hipoglikemik oral atau insulin. 
Intervensi yang direncanakan untuk diabetes harus individual, harus berdasarkan pada tujuan, usia, gaya hidup, kebutuhan nutrisi, maturasi, tingkat aktivitas, pekerjaan, tipe diabetes pasien dan kemampuan untuk secara mandiri melakukan ketrampilan yang dibutuhkan oleh rencana penatalaksanaan.

Tujuan awal untuk pasien yang baru didiagnosa diabetes atau pasien dengan kontrol buruk diabetes harus difokuskan pada yang berikut ini:

  • Elminasi ketosis, jika terdapat 
  • Pencapaian berat badan yang diinginkan
  • Pencegahan manifestasi hiperglikemia
  • Pemeliharaan kesejahteraan psikososial 
  • Pemeliharaan toleransi latihan 
  • Pencegahan hipoglikemia

Pengelolaan Hipoglikemia:

  • Stadium permulaan (sadar): 
  1. Berikan gula murni 30 gram (2 sendok makan) atau sirop/ permen gulamurni (bukan pemanis pengganti gula atau gula diet/ gula diabetes) dan makanan yang pengandung hidrat arang 
  2. Stop obat hipoglikemik sementara, periksa glukosa darah sewaktu 
  • Stadium lanjut (koma hipoglikemia): 
  1. Penanganan harus cepat
  2. Berikan larutan dekstrosa 40% sebanyak 2 flakon melalui vena setiap glukosa darah dalam nilai normal atau di atas normal disertai pemantauan glukosa darah 
  3. Bila hipoglikemia belum teratasi, berikan anatagonis insulin seperti: adrenalin, kortison dosis tinggi, atau glukagon 1 mg intravena/ intramuskular 
  4. Pemantauan kadar glukosa darah.

I. Komplikasi

a. Akut

  • Koma hipoglikemia
  • Ketoasidosis 
  • Koma hiperosmolar nonketotik 
b. Kronik

  • Makroangiopati, menegnai pembuluh darah besar, pembukluh darah jantung, pembuluh darah tepi, pembuluh darah otak 
  • Mikroangiopati, mengenaipembuluh darah kecil, retino diabetik, nefropati diabetik 
  • Neuropati diabetik 
  • Rentan infeksi, seperti tuberculosis paru, gingivitas, dan infeksi saluran kemih 
  • Kaki diabetik.


Asuhan Keperawatan Diabetes Melitus

1. Pengkajian

a. Riwayat Kesehatan Sekarang

Biasanya klien masuk ke RS dengan keluhan utama gatal-gatal pada kulit yang disertai bisul/lalu tidak sembuh-sembuh, kesemutan/rasa berat, mata kabur, kelemahan tubuh. Disamping itu klien juga mengeluh poli urea, polidipsi, anorexia, mual dan muntah, BB menurun, diare kadang-kadang disertai nyeri perut, kramotot, gangguan tidur/istirahat, haus-haus, pusing-pusing/sakit kepala, kesulitan orgasme pada wanita dan masalah impoten pada pria.

b. Riwayat Kesehatan Dahulu

  • Riwayat hipertensi/infark miocard akut dan diabetes gestasional 
  • Riwayat ISK berulang 
  • Penggunaan obat-obat seperti steroid, dimetik (tiazid), dilantin dan penoborbital. 
  • Riwayat mengkonsumsi glukosa/karbohidrat berlebihan 
c. Riwayat Kesehatan Keluarga Adanya riwayat anggota keluarga yang menderita DM.

d. Pemeriksaan Fisik

  • Neuro sensori Disorientasi, mengantuk, stupor/koma, gangguan memori, kekacauan mental, reflek tendon menurun, aktifitas kejang. 
  • Kardiovaskuler Takikardia / nadi menurun atau tidak ada, perubahan TD postural, hipertensi dysritmia, krekel, DVJ (GJK) 
  • Pernafasan Takipnoe pada keadaan istirahat/dengan aktifitas, sesak nafas, batuk dengan tanpa sputum purulent dan tergantung ada/tidaknya infeksi, panastesia/paralise otot pernafasan (jika kadar kalium menurun tajam), RR > 24 x/menit, nafas berbau aseton. 
  • Gastro intestinal Muntah, penurunan BB, kekakuan/distensi abdomen, aseitas, wajah meringis pada palpitasi, bising usus lemah/menurun. 
  • Eliminasi Urine encer, pucat, kuning, poliuria, urine berkabut, bau busuk, diare (bising usus hiper aktif). 
  • Reproduksi/sexualitas Rabbas vagina (jika terjadi infeksi), keputihan, impotensi pada pria, dan sulit orgasme pada wanita 
  • Muskulo skeletal Tonus otot menurun, penurunan kekuatan otot, ulkus pada kaki, reflek tendon menurun kesemuatan/rasa berat pada tungkai. 
  • Integumen Kulit panas, kering dan kemerahan, bola mata cekung, turgor jelek, pembesaran tiroid, demam, diaforesis (keringat banyak), kulit rusak, lesi/ulserasi/ulkus. 
e. Aspek psikososial 
  • Stress, anxientas, depresi
  • Peka rangsangan
  • Tergantung pada orang lain 
f. Pemeriksaan diagnostik 
  • Gula darah meningkat > 200 mg/dl 
  • Aseton plasma (aseton) : positif secara mencolok 
  • Osmolaritas serum : meningkat tapi < 330 m osm/lt 
  • Gas darah arteri pH rendah dan penurunan HCO3 (asidosis metabolik) 
  • Alkalosis respiratorik 
  • Trombosit darah : mungkin meningkat (dehidrasi), leukositosis, hemokonsentrasi, menunjukkan respon terhadap stress/infeksi. 
  • Ureum/kreatinin : mungkin meningkat/normal lochidrasi/penurunan fungsi ginjal. 
  • Amilase darah : mungkin meningkat > pankacatitis akut. 
  • Insulin darah : mungkin menurun sampai tidak ada (pada tipe I), normal sampai meningkat pada tipe II yang mengindikasikan insufisiensi insulin. 
  • Pemeriksaan fungsi tiroid : peningkatan aktivitas hormon tiroid dapat meningkatkan glukosa darah dan kebutuhan akan insulin. 
  • Urine : gula dan aseton positif, BJ dan osmolaritas mungkin meningkat. 
  • Kultur dan sensitivitas : kemungkinan adanya infeksi pada saluran kemih, infeksi pada luka. 
2. Diagnosa keperawatan 
  1. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan osmotik, kehilangan gastrik berlebihan, masukan yang terbatas. 
  2. Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidak cukupan insulin penurunan masukan oral, status hipermetabolisme. 
  3. Resti infeksi berhubungan dengan kadar glukosa tinggi, penurunan fungsi leukosit, perubahan sirkulasi. 
  4. Resti perubahan sensori perseptual berhubungan dengan perubahan kimia endogen (ketidak seimbangan glukosa/insulin dan elektrolit. 
  5. Ketidakberdayaan berhubungan dengan ketergantungan pada orang lain, penyakit jangka panjang. 
  6. Kurang pengetahuan mengenai penyakit, prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan tidak mengenal sumber informasi. (Doengoes, 2000) 
3. Intervensi 
Diagnosa : 1. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan diuresis osmotik, kehilangan gastrik berlebihan, masukan yang terbatas. 
Data yang mungkin muncul : 
  • Peningkatan haluaran urin, urine encer, haus, lemah, BB turun, kulit kering, turgor buruk. 
Hasil yang diharapkan : Tanda vital stabil, turgor kulit baik, haluaran urin normal, kadar elektrolit dalam batas normal. 
Intervensi Rasional Mandiri 
  1. Pantau tanda vital Hipovolemia dapat ditandai dengan hipotensi dan takikardi. 
  2. Kaij suhu, warna kulit dan kelembaban. Demam, kulit kemerahan, kering sebagai cerminan dari dehidrasi. 
  3. Pantau masukan dan pengeluaran, catat bj urin Memberikan perkiraan kebutuhan akan cairanpengganti, fungsi ginjal dan keefektifan terapi. 
  4. Ukur BB setiap hari Memberikan hasil pengkajian yang terbaik dan status cairan yang sedang berlangsung dan selanjutnya dalam memberikan cairan pengganti. 
  5. Pertahankan cairan masuk 2500 cc/hari jika pemasukan secara oral sudah dapat diberikan. Mempertahankan hidrasi/volume sirkulasi 
  6. Tingkatkan lingkungan yang nyaman selimuti dengan selimut tipis Menghindari pemanasan yang berlebihan pada pasien yang akan menimbulkan kehilangan cairan. 
  7. Catat hal-hal yang dilaporkan seperti mual, nyeri abdomen, muntah, distensi lambung. Kekurangan cairan dan elektrolit mengubah motilitas lambung, yang sering menimbulkan muntah sehingga terjadi kekurangan cairan atau elektrolit. 
Intervensi Kolaborasi 
  1. Berikan terapi cairan sesuai indikasi Tipe dan jumlah cairan tergantung pada derajat kekurangan cairan dan respons pasien secara individual. 
  2. Pasang selang NGT dan lakukan penghisapan sesuai dengan indikasi. Mendekompresi lambung dan dapat menghilangkan muntah. 
Diagnosa 2 : Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidak cukupan insulin, penurunan masukan oral, hipermetabolisme 
Data : Masukan makanan tidak adekuat, anorexia, BB, kelemahan, kelelahan, tonus otot buruk, diare. 
Kriteria Hasil : Mencerna jumlah nutrien yang tepat, menunjukkan tingkat energi biasanya, BB stabil
Intervensi Mandiri 
  1. Timbang BB setiap hari Mengkaji pemasukan makananyang adekuat (termasuk absorpsi). 
  2. Tentukan program diet dan pola makan pasien dan bandingkan dengan makanan yang dihabiskan pasien. Mengidentifikasi kekurangan dan penyimpangan dari kebutuhan. 
  3. Auskultasi bising usus, catat adanya nyeri, abdomen, mual, muntah. Hiperglikemi dapat menurunkan motilitas/ fungsi lambung (distensi atau ileus paralitik) yang akan mempengaruhi pilihan intervensi. 
  4. Identifikasi makanan yang disukai. Jika makanan yang disukai dapat dimasukkan dalam pencernaan makanan, kerjasama ini dapat diupayakan setelah pulang. 
  5. Libatkan keluarga pada perencanaan makan sesuai indikasi. Memberikan informasi pada keluarga untuk memahami kebutuhan nutrisi pasien. 
Intervensi Kolaborasi 
  1. Kolaborasi dengan ahli diet Sangat bermanfaat dalam perhitungan dan penyesuaian diet untuk memenuhi kebutuhan pasien. 
Diagnosa 3 : Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan kadar glukosa tinggi, penurunan fungsi lekosit/perubahan sirkulasi. 
Data : – 
Kriteria hasil : Infeksi tidak terjadi 
Intervensi Mandiri 
  1. Observasi tanda-tanda infeksi dan peradangan. Pasien mungkin masuk dengan infeksi yang biasanya telah mencetuskan keadaan ketuasidosis atau infeksi nasokomial. 
  2. Tingkatkan upaya pencegahan dengan mencuci tangan bagi semua orang yang berhubungan dengan pasien, meskipun pasien itu sendiri. Mencegah timbulnya infeksi nasokomial. 
  3. Pertahankan teknik aseptik prosedur invasif. Kadar glukosa tinggi akan menjadi media terbaik bagi pertumbuhan kuman. 
  4. Berikan perawatan kulit dengan teratur dan sungguh-sugguh, massage daerah yang tertekan. Jaga kulit tetap kering, linen tetap kering dan kencang. Sirkulasi perifer bisa terganggu yang menempatkan pasien pada peningkatan resiko terjadinya iritasi kulit dan infeksi. 
  5. Bantu pasien melakukan oral higiene. Menurunkan resiko terjadinya penyakit mulut. 
  6. Anjurkan untuk makan dan minum adekuat. Menurunkan kemungkinan terjadinya infeksi. 
Intervensi Kolaborasi 
  1. kolaborasi tentang pemberian antibiotik yang sesuai Penanganan awal dapat membantu mencegah timbulnya sepsis. 
DAFTAR PUSTAKA 
  • Doengoes, M.E. (2000). Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi 3, Jakarta : EGC. Engram, B. (1999). 
  • Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah, Jakarta : EGC. Brunner & Suddarth. (2002). 
  • Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Vol. 2. Jakarta : EGC. Price. S.A. (1995). 
  • Patofisiologi, Edisi Kedua, Jakarta : EGC. Jan Tambayong, dr. (2000). 
  • Patofisiologi Untuk Keperawatan. Jakarta : EGC